BNNK Halut Gelar Sosialisasi P4GN Ananda Bersinar Di SMA Kristen Tobelo.

RSPD Halut - Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kabupaten Halmahera Utara melalui bidang P2M melaksanakan Kegiatan Sosialisasi P4GN Terkait Aksi Nasional Narkotika Dimulai Dari Anak (ANANDA Bersinar).Kegiatan dilaksanakan di Aula SMA Kristen Tobelo.Jumat 13 Februari 2026.

 

Kegiatan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai Dari Anak yang dibuka oleh Kepala SMA Kristen Tobelo Halmahera Utara, Margeros Risto Putjutju, S.Kom, dillanjutkan dengan pesan dari Kepala BNN Kabupaten Halmahera Utara, Ir. Fadly Irwandy Sadik, MM, setelah itu materi sosialisasi oleh Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama, Bahrul Khair.

 

Tujuan kegiatannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang bahaya narkoba di lingkungan sekolah dan tempat tinggal. Peserta kegiatan terdiri dari 319 Siswa-siswi SMA Kristen Tobelo kabupaten Halmahera Utara.

 

Kepala BNNK Halmahera Utara Ir. Fadly Irwandy Sadik, MM., menyampaikan kegiatan yang dilakukan di SMA Kristen Tobelo merupakan tindak lanjut dari program Ananda Bersinar yaitu Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai Dari Anak. Program ini strategi dari BNN untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba sejak dini.

 

“Tujuan program utama Ananda untuk membangun ketahanan diri, memperkuat peran keluarga dan mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, cerdas dan bersih dari narkoba. 

 

Kita fokus program edukasi bahaya narkotika. Adanya karakteristik anti narkoba yang terintegrasi, peningkatan kemampuan anak menjauhi narkoba,” jelas Kaban Fadly. 

 

Ir. Fadly mengatakan BNN RI telah meluncurkan program yang namanya IKAN yaitu Integrasi Kurikulum Anti Narkoba Di Lingkungan Sekolah. Tepatnya pada tanggal 12 Februari 2026 di Jawa Timur.Program ini sangat baik karena anak-anak dapat  mengetahui dampak dari bahaya narkoba. 

 

“Filosofi Ananda yaitu anak bersih narkoba atau bersinar yang melambangkan anak-anak tumbuh sehat, berprestasi tanpa pengaruh zat berbahaya, kemudian program ini menekankan bahwa keluarga dan lingkungan sekolah merupakan garda terdepan dalam perlindungan anak,” jelas Kaban Fadly. (Eby). 

 

 


Berita Lainnya