RSPD Halut - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Hentje M.L.Hetaria, S.HUT, menyampaikan himbauan untuk masyarakat Halmahera Utara agar selalu waspada dalam setiap kondisi cuaca yang sering berubah tak menentu, hal ini disampaikan pada program acara Talkshow Radio Siaran Pemerintah Daerah Halmahera Utara yang dipandu oleh pembawa acara Febyola Lilipory, S.I.Kom. Kamis 10 Juli 2025.
Hentje mengatakan saat ini untuk bulan Juli hingga Agustus 2025, Halmahera Utara masuk pada musim kemarau basah. Kemarau basah adalah fenomena cuaca yang terjadi ketika hujan masih turun secara berkala pada musim kemarau, meskipun intensitasnya menurun.
“Jadi Kita mengalami kadang hujan kadang panas, atau tidak menuntu,” jelasnya.
Halmahera Utara terdapat 10 potensi bencana alam dan 1 bencana non alam. Bencana alam yaitu banjir, banjir bandang, gelombang ekstrim, gempa bumi, tanah lonsor, gunung meletus, kekeringan, abrasi pantai, cuaca ekstrim, puting beliung dan kebakaran hutan/lahan dan juga untuk bencana non alam ada 1 yaitu konflik sosial.
Terkait dengan gunung api, di Halmahera Utara saat ini kita mengalami letusan vulkanik dari gunung api dukono. Hentje mengungkapkan agar masyarakat selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah, dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting.
"Dan untuk pengguna kendaraan roda empat maupun roda 2 agar dan 3 agar mengurangi kecepatan untuk tidak mengganggu pengguna jalan lain.," Pintanya Kalak (Kepala Pelaksana atau Kepala BPBD Halut itu.
Selain itu, Hentje berharap bagi masyarakat yang akan melaut untuk selalu waspada terhadap cuaca laut, selalu mengapdate informasi dari sumber terpercaya demi keselamatan.
Juga untuk warga yang lagi beraktivitas di bantalan kali Mede dan Mamuya agar selalu waspada dan melihat kondisi, jangan sampai ada lahar dingin yang tiba-tiba datang karena kondisi vulkanik saat ini selalu disertai dengan hujan. ( Eby).
