Penulis : Febyola Lilipory, SIKom
Hari ini 6 Desember 2025, merupakan hari kedua kepergian Bupati Senior Ir. Hein Namotemo, M.SP., Waktu yang berjalan terasa sangat menyakitkan bagi orang yang ditinggalkan. Menitikkan air mata dengan perasaan yang hampa dan hati tercabik-cabik. Ingin waktu itu terulang kembali bersama orang yang kita sayangi , kebanggaan masyarakat Halmahera Utara...om Hein.Bupati Halmahera Utara 2 periode, 2005 - 2010,2010 - 2015.
Ketika saya melihat om Hein terbaring kaku dengan kaki yang membujur, saya memeluk Ane,Dr.Hendriane Namotemo, SS,MM,yang merupakan anak perempuan mendiang. Seorang Rektor Unhena kebanggaan saya. Dan cerita kita berawal dari kota Ternate. Teman bermain semasa kecil, teman sekolah Minggu di jemaat Eben Haezer Ternate.
Cerita kita berlanjut, pelukan tak pernah lepas dan air mata tak pernah berhenti mengalir. Cerita kita takkan pernah habis, mengenang bapak Rekonsiliasi, bapak Pembangunan dan julukan yang lain yang pantas diberikan untuk om Hein.
Saya cerita ke Ane dukungan mendiang supaya saya bisa kuliah S2, hari itu selesai malam Natal di Gereja Sentrum Lembah Kemuliaan Tobelo, mendiang dengan sapaan manis berkata " Eby harus melanjutkan kuliah S2. Om Hein akan membantu untuk mencari beasiswa "Sambil menyuruh saya ketik nomor mendiang.
Cerita berlanjut saya bilang ke Ane bahwa waktu wisuda Unhena. Sambutan papa sangat berkesan. Ketika papa mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah menitipkan anak mereka di Universitas Hein Namotemo. Dan untuk para wisudawan wisudawati supaya bisa menghargai jerih payah orang tua.Dan ini menjadi pesan terakhir di berita saya.
Sebagai jurnalis, saya mengenal om Hein yang sangat ramah terhadap wartawan. Torang kalau sotakumpul... Om Hein pegang popoji lalu tanya pa torang, " Kita mo kase doi berapa pa ngoni? "
Cerita kita... Saya cerita ke Ane, setiap liputan kehadiran papa sangat dihargai dan disenangi oleh semua orang. Bupati Piet Hein Babua mengajak untuk menghargai pemimpin terdahulu yang telah membangun negeri Hibualamo ini untuk tidak menyebut mantan Bupati tetapi menyebut Bupati Senior.
Cerita kita masih ada dan masih banyak, takkan pernah pudar, takkan pernah termakan waktu. Cerita yang indah namun bermakna. Untuk sebuah nama, sosok panutan masyarakat Halmahera Utara dari Apulea sampai Pasir Putih. Bahkan seluruh wilayah di Provinsi Maluku Utara.
Ir. Hein Namotemo, M.SP... Om Hein... mewakili kalangan jurnalis, mewakili kru Radio Pemda Halut, mewakili teman semasa kecil Ane, mewakili masyarakat Halmahera Utara, meskipun dengan berat hati. Kami melepaskan kepergian om Hein. Karena kami tahu ada tempat terindah menuju keabadian.
Dan cerita kita akan terus menggema menjadi bukti bahwa om Hein selalu dikenang selamanya.Cerita kita... Cerita Eby dan Ane hari ini.
