Jalan dan Jembatan Ruas Ngajam Apulea Disurvei PPK Perencanaan Satger P2JN BPJN Malut dan PUTR Halut.

RSPD Halut - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan pada Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Halmahera Utara, melakukan survei kondisi jalan dan jembatan ruas Ngajam Apulea, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Kamis, 22 Januari 2026

 

Pengawasan ini dilakukan atas usulan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, terkait penanganan ruas jalan dan empat jembatan di Ngajam Apulea. Empat jembatan yang diusulkan adalah jembatan Ake Worimoi, Ake Doitia, Ake Puru, dan Ake Asmiro.

 

“Survei ini bertujuan untuk mengetahui kondisi jalan dan jembatan yang ada, serta menentukan rencana detail penanganannya,” kata Satger Perencanaan PPK P2JN BPJN Malut, Bahri Sangaji.

 

Bahri Sangaji menjelaskan bahwa survei ini akan menentukan berapa bentang alam yang diperlukan, kondisi sungai, dan apakah ada perubahan kontur akibat bencana.

 

“Laporan survei ini akan kami laporkan ke pusat dan menunggu instruksi lebih lanjut,” tuturnya.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) kabupaten Halmahera Utara, Williams Jesajas, menyatakan bahwa survei jalan dan jembatan ruas Ngajam Apulea merupakan tindak lanjut dari permohonan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua.

 

“Survei ini dilakukan untuk persiapan rencana detail penanganan ruas jalan dan empat jembatan Ngajam Apulea,” kata Williams Jesajas.

 

Williams Jesajas menambahkan bahwa belum diketahui kapan proses pelaksanaan pekerjaan proyek jalan dan empat jembatan ruas Ngajam Apulea, namun sudah ada disposisi dari Menteri dan Dirjen.

 

“Sudah ada disposisi Menteri dan Dirjen, namun belum ada jadwal pasti untuk pelaksanaan proyek,” tutupnya.( Eby). 


Berita Lainnya