Pemda Halut Gencarkan Gerakan Sejuta Pohon 2026.

RSPD Halut— Menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) menggelar aksi penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon 2026, Jumat 6 Februari 2026.Kegiatan berlangsung di kawasan Ake WKO II, Desa Tanjung Niara, Kecamatan Tobelo Tengah. 

 

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor demi menjaga lingkungan dan masa depan daerah, kegiatan ini mengusung tema “Menanam sebagai Solusi Nyata Masalah Lingkungan”, yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian alam, mengurangi risiko erosi dan banjir, serta menjaga keseimbangan ekosistem, kualitas  udara.

 

Sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Halut, Drs. EJ Papilaya, MTP, Ketua DPRD Halut, Christina Lesnussa, Kepala Kejaksaan Negeri Halut, Bambang Sunoto, SH, MH, Danramil 1508-01/Tobelo, Kapten Arh Mohammad Ali, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halut, Yudhiahart Noya, S.Si., MH, Camat Tobelo, Tengah Riani Tonoro, Kepala Desa Tanjung Niara, Nelson Tjuluku, dari PT NHM, Martha Larenggam dan Teddy Namotemo, PT PLN, PT NICO, PT PERTAMINA, PT DMK, PT SEGI, PT ADHI, TNI, Siswa-Siswi SMPN 6 Halut, dan tamu undangan lainnya.

 

Mewakili Bupati Halmahera Utara, Sekretaris Daerah Drs. EJ Papilaya, MTP menegaskan bahwa menanam pohon bukan sekedar seremoni, melainkan langkah-langkah strategi menyelamatkan kehidupan.

 

“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon. Kata penanaman berarti penyelamatan alam, penyelamatan manusia, serta penyelamatan lingkungan tempat kita hidup,” ujar Sekda. 

 

Sekda menambahkan, gerakan ini juga memiliki nilai ekonomi karena mendukung program hilirisasi daerah melalui komoditas unggulan seperti kelapa, pala, dan tanaman produktif lainnya.

 

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari hilirisasi. Pohon kelapa, pohon pala, dan berbagai jenis pohon lainnya memberi manfaat ekonomi sekaligus lingkungan bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Menurut Sekda, penanaman pohon merupakan agenda jangka panjang yang sejalan dengan kebijakan nasional dan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

 

“Penanaman pohon adalah program jangka panjang yang merupakan program Bapak Presiden, sehingga wajib kita laksanakan secara bersama-sama dan berkelanjutan. 

 

Penanaman pohon adalah bentuk nyata melindungi alam dan sekaligus melindungi diri kita sendiri,” tutupnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halut Yudhiahart Noya menjelaskan lokasi penanaman dipilih karena rawan banjir dan menjadi prioritas mitigasi bencana.

 

“Ake WKO II Tanjung Niara dipilih karena merupakan wilayah yang berpotensi terjadi banjir besar,” ujarnya.

 

Yudhiahart mengatakan penanaman akan dilanjutkan ke wilayah lain, termasuk Galela. Titik kedua direncanakan di Galela, Desa Soakonora, dan akan melibatkan PT SEGI. 

 

Yudhiahart menuturkan, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut Arahan Presiden terkait gerakan menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah.

 

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Arahan Bapak Presiden terkait pentingnya menjaga lingkungan serta gerakan bersih-bersih sampah,” jelasnya.

 

Penanaman di wilayah alur sungai Tobelo Tengah sebagai langkah awal mitigasi bencana, kemudian dilanjutkan ke wilayah barat dan Galela. Jenis pohon yang ditanam merupakan pohon keras seperti manguni dan durian yang memiliki fungsi ekologis sekaligus nilai ekonomi.

 

“Hari ini kita menanam 100 pohon, dan kegiatan ini akan dilanjutkan bersama TNI Polri dengan target total 1.500 pohon di tiga lokasi. Ini adalah langkah pencegahan sedia payung sebelum hujan,” ungkapnya.

 

Selain penghijauan, Pemkab Halut juga tengah menyiapkan regulasi menuju kawasan bebas sampah plastik.

 

“Kami sedang menyusun Peraturan Daerah menuju bebas sampah plastik. Anak-anak sekolah nantinya dibiasakan membawa tempat air dari rumah guna mengurangi sampah, khususnya plastik yang sulit terurai,” kata Yudhiahart. 

 

Kadis DLH Halut menegaskan, gerakan menanam pohon adalah investasi lingkungan untuk generasi mendatang. Pohon adalah sumber kehidupan dan pelindung dari risiko bencana. Mari kita menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

Yudhiahart Noya menambahkan bahwa penanaman Gerakan Sejuta Pohon ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari PT. NHM yang selalu berkaborasi dengan Pemda Halut sehingga bisa terselenggara dengan baik. 

" Terima kasih kepada PT. NHM yang telah membantu kami Pemda Halut khususnya Dinas Lingkungan Hidup Halut, bantuan yang diberikan berupa bibit - bibit pohon sebanyak 450 pada peringatan penanaman Gerakan Sejuta Pohon "tutup Yudhiahart. 


Berita Lainnya