RSPD Halut- Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menerima kunjungan resmi perwakilan Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia. Berlangsung di Kantor Bupati Halmahera Utara Desa Gamsungi Kecamatan Tobelo. Sabtu 9 Mei 2026.
Perwakilan Kedubes Singapura yaitu Sharon Chan sebagai Sekretaris pertama dan Khairul Anwar Abdul Wahab sebagai Sekretaris Ketiga. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau penanganan pasca erupsi Gunung Dukono dan memastikan nasib warga negara Singapura yang menjadi korban saat pendakian.
Rombongan disambut hangat oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua,M.Si., didampingi Ketua DPRD Christina Lesnussa, unsur Forkopimda, dan pimpinan OPD di lin Pemda Halut.
Pertemuan dilaksanakan di Ruang VIP Bupati, Bupati Piet Hein Babua menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa para pendaki di Gunung Dukono tersebut.
“Pemerintah daerah Halmahera Utara telah merespon dengan cepat melalui pembentukan tim gabungan yang melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri.
Bupati menegaskan,Pemda Halut bertanggung jawab dan menampung korban selamat di hotel Bianda hingga akhirnya diberangkatkan ke Ternate pagi ini untuk proses pemulangan.
Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf.Alex Donald Maritua Lumban Gaol meminta maaf bahwa pencarian terhadap korban yang hilang belum maksimal hasilnya,namun dipastikan upaya akan terus dioptimalkan.
"Kami melaporkan bahwa hingga hari kedua operasi, tim gabungan telah berhasil menyelamatkan 17 orang, di mana 7 di antaranya adalah WNA asal Singapura yang sudah dievakuasi. Saat ini fokus operasi masih diarahkan untuk mencari 3 orang yang belum ditemukan, terdiri dari 2 WNA dan 1 pemandu wisata WNI," kata Dandim.
Sementara itu, Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menyampaikan ,Gunung Dukono saat ini berstatus Level II atau Waspada dan telah dilarang untuk didaki.
Kapolres mengatakan, pihak kepolisian akan tetap menindak tegas dan memproses secara hukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendakian ilegal tersebut.
Merespons penjelasan tersebut, Khairul Anwar Abdul Wahab selaku perwakilan Kedubes Singapura menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kerja sama serta penanganan yang telah diberikan Pemerintah Daerah.
Khairul mengungkapkan akan menunggu proses pencarian yang menurut prosedur SAR berlangsung selama 7 hari.
“Terkait pemulangan jenazah nanti, kami akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan keluarga korban, namun kami berupaya agar jenazah dapat dibawa kembali ke Singapura sesuai permintaan keluarga,” kata Khairul. (Eby).
.
