Menuju GMIH yang Utuh, Catatan Akhir Sidang Sinode Istimewa Bersama 2026.

RSPD Halut - Penutupan Sidang Sinode Istimewa Bersama GMIH menjadi momentum penting yang meninggalkan torehan catatan menuju proses rekonsiliasi tahun 2027.

 

 Penutupan dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026 sekitar pukul 21.20 WIT bertempat di gedung Gereja Jemaat Imanuel Gamsungi Desa Gamsungi Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara.Dalam rangka momentum iman, rekonsiliasi dan pemulihan Gereja untuk keutuhan pelayanan GMIH. dengan tema "Hendaklah Mereka Menjadi Satu".

 

Hadir dalam acara penutupan Ketua Sinode GMIH Jln. Kemakmuran Demianus Ice, Ketua Sinode GMIH Jln. Pusat Pelayanan WKO Pdt. Anselmus Puasa, Panitia Pelaksana SSIB GMIH Tahun 2026,peserta SSIB GMIH Tahun 2026, serta tamu yang hadir. 

 

Ibadah merupakan awal dari rangkaian acara penutupan ,dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Penutupan SSIB GMIH Tahun 2026 Nomor: 12/KTS-DS/SSIB-GMIH/VII/2026 tentang Penutupan Sidang Sinode Istimewa Bersama Tahun 2026 yang menyatakan berakhirnya Sidang Sinode Istimewa Bersama GMIH Tahun 2026.

 

Seluruh keputusan yang telah diambil selama sidang bersifat final dan mengikat. Tugas diberikan kepada Badan Pekerja Harian Sinode (BPHS) GMIH Jalan Kemakmuran dan BPHS GMIH Jalan Pusat Layanan WKO beserta seluruh komponen pelayanan untuk melaksanakan seluruh hasil keputusan sidang yang ditetapkan di gedung Gereja Imanuel Gamsungi. 

Ucapan terima kasih oleh Sekretaris Panitia SSIB Pnt Daraino Hohary bahwa telah dilaksanakan Sidang Sinode Istimewa Bersama GMIH.Meskipun disertai kekhawatiran akan adanya peserta yang berhalangan hadir.Tetapi Puji Tuhan, semua dapat hadir dan melaksanakan SSIB ini dengan baik.

 

“Sekalipun terdapat kendala dalam pelaksanaan sidang, kami tetap berpegang teguh pada prinsip untuk menyatukan diri demi membangun masa depan Gereja yang lebih baik,” ucap Doraino. 

 

Lanjut Doraino atas nama Panitia, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan SSIB ini.

 

“Kami mohon maaf apabila dalam pelayanan ada  kekurangan atau kesalahan, sebagaimana lazimnya sebagai manusia, namun hal itu tidak disengaja. Biarlah segala kekurangan kami dibalas oleh Tuhan, sang pemberi kehidupan”, ujarnya. 

 

Suara Gembala oleh Ketua Sinode GMIH Jln WKO Pdt. Anselmus Puasa,menyampaikan bahwa Sidang ini merupakan pertemuan dua sahabat dan saudara yang telah lama berpisah dan kini berjumpa kembali dalam suasana kegembiraan, yang akan terus berkembang hingga tahun 2027.

Anselmus Puasa mengingatkan,sekat -sekat yang selama ini menghalangi warga GMIH untuk bersatu dan berbaur kembali seperti marah dan benci harus dihilangkan menuju masa depan yang lebih baik dalam kasih Yesus Kristus. 

 

“Harapan kami, kita menjadi satu atas apa yang telah dilaksanakan dalam SSIB ini, agar terus digemakan sehingga GMIH terus berkembang mengarungi samudra Halmahera, ucap Anselmus. 

 

Sementara Suara Gembala Ketua Sinode GMIH Jalan Kemakmuran, Pdt Demianus Ice sekaligus menutup kegiatan Sidang . 

 

“Kita patut bersyukur karena telah setia hingga menjelang akhir sidang. Kita hadir sebagai utusan GMIH jalan Kemakmuran dan WKO yang telah berdoa dan tekad untuk menyatu serta setia sampai akhir,” ujar Demianus.

 

Pendeta Demianus mengatakan, dalam masa transisi pembenahan ini, banyak hal terjadi di luar dugaan, namun semuanya merupakan wujud cinta kasih terhadap Gereja. Dengan harapan cinta dan kasih sayang ini terus terjalin agar dapat berjalan bersama.

 

“Kita telah memutuskan berbagai agenda, baik yang bersifat substansi maupun teknis organisasi. Keputusan ini merupakan konteks iman, yang di dalamnya kita merumuskan arah perjalanan GMIH ke depan.

 

Kita akan kembali ke jemaat masing-masing membawa keputusan yang mengikat secara iman, moral, dan sosial, serta menjadi tanggung jawab kita sepenuhnya,” jelas Demianus. 

 

Demianus Ice menuturkan,sebagai pimpinan sidang, menyadari adanya luka yang timbul, dan tidak menunggu pihak lain untuk mengobatinya karena menyembuhkan luka adalah tanggung jawab diri sendiri. Demikian pula bila peserta sidang merasa terluka oleh pimpinan sidang, biarlah dalam kesadaran iman kepada Yesus Kristus, kita masing-masing menyembuhkan luka itu.

 

"Orang suci memiliki masa lalu, orang berdosa memiliki masa depan. Kesadaran ini penting bagi kita, karena dosa kita diselamatkan oleh Tuhan, sehingga segala perkara dapat kita tanggung bersama," ungkap Demianus sambil menutup SSIB pada pukul 23.30.Wit.(Eby).


Berita Lainnya