Pesan Bupati Piet Hein Babua di Pelantikan DPD II KNPI Halut ,Pentingnya Kesiapan Pemimpin Untuk Menghadapi Kritik.

RSPD Halut – Dewan Pengurus Daerah Tingkat II (DPD II) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Utara periode 2025–2028 resmi dilantik dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VII KNPI Halmahera Utara yang berlangsung di aula hotel Greenland Tobelo. Sabtu, 7 Februari 2026, 

 

Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Pemuda Merespons Peluang dan Tantangan Pembangunan Daerah Halmahera Utara Secara Berkelanjutan.”

 

Dihadiri Bupati Halmahera Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, perwakilan Dewan Pengurus Daerah Tingkat I (DPD I) KNPI Provinsi Maluku Utara, organisasi kepemudaan (OKP), tokoh masyarakat, serta generasi muda dari berbagai unsur.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KNPI, laporan Ketua Panitia, hingga prosesi pelantikan yang ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan, pengucapan ikrar pelantikan, pengungkapan Pataka KNPI, serta penandatanganan berita acara serah terima jabatan kepengurusan.

 

Dalam pelantikan tersebut, Mufrid Tawary, S.Sos resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD II KNPI Kabupaten Halmahera Utara periode 2025–2028, didampingi jajaran pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang akademisi, aktivis, profesional, dan generasi muda potensial daerah.

 

Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua,M.Si ,menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus DPD II KNPI Kabupaten Halmahera Utara yang baru dilantik.

 

“Adindaku Jufri Soleman selaku Sekretaris DPD I KNPI Provinsi Maluku Utara, jajaran Cipayung Plus, organisasi kepemudaan, serta seluruh pemuda yang hadir, saya ucapkan selamat kepada pasangan Ketua Mufrid Tawary dan Sekretaris serta seluruh jajaran pengurus DPD II KNPI Kabupaten Halmahera Utara,” ujar Bupati.

 

Bupati menjelaskan bahwa KNPI didirikan pada tahun 1972 sebagai wadah pemersatu kelompok pelajar dan pemuda, sebagai respon atas berbagai dinamika sosial pada masa itu. Ia menegaskan bahwa perbedaan dalam organisasi merupakan dinamika yang wajar, namun tidak dapat menimbulkan perpecahan internal.

 

“Organisasi boleh berbeda, dinamikanya biasa saja.Tetapi jangan sampai organisasi atau lembaga terpecah dari dalam. Organisasi harus dibangun dengan kedisiplinan, kekompakan, dan kedewasaan kepemimpinan,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya kesiapan pemimpin dalam menghadapi kritik.

 

"Ketika kamu menjadi pemimpin, kamu harus siap dikritik. Saya sendiri sebagai bupati sering dikritik. Jangan sibuk dengan spesifikasi, habiskan waktu kita. Fokus saja bekerja, waktu yang akan membuktikan kualitas seorang pemimpin. Jangan alergi terhadap kritik," katanya.

 

Lebih lanjut, Bupati menyoroti bonus demokrasi dan bonus demografi yang dimiliki daerah, khususnya jumlah pemuda produktif yang besar. Menurutnya, potensi tersebut harus diarahkan menjadi kekuatan pembangunan yang produktif.

 

“Bonus anak muda ini harus kita arahkan menjadi energi produktif, bukan sekadar euforia demokrasi. Pemuda harus dipersiapkan agar menjadi tenaga kerja produktif dan inovatif,” jelasnya.

 

Bupati juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi bagian dari kepengurusan KNPI pada tahun 1988, dan KNPI saat itu menjadi organisasi kepemudaan yang sangat diperhitungkan dalam setiap agenda pembangunan daerah.

 

“KNPI harus membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah sehingga menjadi mitra strategis pembangunan daerah,” ujarnya.

 

Piet Hein Babua mendorong agar DPD II KNPI bersama OKP dan lintas agama menggelar kegiatan rutin setiap empat bulan, agar program pembangunan dapat diketahui dan dirasakan langsung oleh masyarakat.Dalam aspek pembangunan ekonomi daerah, Bupati menyampaikan bahwa kinerja ekonomi menunjukkan tren perbaikan.

 

“Memasuki triwulan pertama pertumbuhan ekonomi berada pada minus 0,4 persen dan triwulan kedua meningkat menjadi 1,5 persen. Ini menunjukkan arah yang positif, dan tingkat kesejahteraan masyarakat Halmahera Utara lebih baik dibandingkan daerah lain,” ungkapnya.

 

Bupati mengajak seluruh pemuda untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan seluruh OKP serta membangun komunikasi terbuka.

 

“Kita butuh saran-saran segar dari anak-anak muda. Jangan jauh-jauh, mari kita baku lobe, jika ada masalah kita berdiskusi bersama. Kerja sama kita bukan hanya dengan KNPI, tapi dengan seluruh OKP di Halmahera Utara,” katanya.

 

Di akhir acara, Bupati Piet menegaskan komitmen pemuda terhadap Pancasila dan persatuan bangsa, serta menyampaikan sejumlah imbauan konkret kepada generasi muda, yakni menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah secara baik menertibkan baliho dan iklan yang mengganggu keindahan kota menggalakkan kegiatan kerja bakti yang melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.

 

“Pemuda harus setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jaga persatuan, perkecil perbedaan, perbanyak persamaan. Pemuda adalah ujung tombak perekat persatuan dan kesatuan di Halmahera Utara,” tegasnya.

 

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan DPD II KNPI sebagai mitra strategi pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, kewirausahaan pemuda, literasi digital, inovasi sosial, serta strategi pembangunan desa dan sektor-sektor lainnya.

 

Rangkaian kegiatan pelantikan juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya daerah sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal dan penguatan identitas budaya Halmahera Utara.

 

Dengan dilantiknya kepengurusan baru DPD II KNPI Kabupaten Halmahera Utara periode 2025–2028, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan Halmahera Utara yang maju, mandiri, dan berdaya saing.( Eby) . 


Berita Lainnya