RSPD Halut - Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri terus melakukan gencar melakukan pencegahan penyebaran radikalisme dan terorisme melalui media daring (medsos dan game online) yang menyasar anak-anak usia SMP dan SMA/SMK.
Melalui program Densus Goes To School Save Generation Satgaswil Malut Densus 88 AT Polri melaksanakan giat sosialisasi dan edukasi dengan memberikan arahan pada saat pelaksanaan apel pagi kepada siswa-siswi dan para Pengajar Madrasah Tsanawiyah Alkhairaat Tobelo, Kamis 05 Februari 2026.
Dalam pelaksanaan apel pagi tersebut, Iptu Herry Rinsampessy. SH Kan sekaligusit Pencegahan menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 terungkap 112 anak dari 26 provinsi terpapar radikalisme, membawa anak-anak tersebut di rekrut tanpa harus bertemu fisik dengan perekrutnya, dimana modus operasinya memanfaatkan media sosial dan game online untuk mendekati anak-anak (digital grooming), setelah itu mereka di pandu untuk melakukan sumpah setia /baiat melalui video call atau rekaman suara, lalu diberikan tugas tertentu.
Dalam pelaksanaan apel pagi tersebut, Unit Pencegahan Satgaswil Malut Densus 88 AT Polri memberikan Arahan bagaimana Sehat bermedia sosial di antaranya: Gunakan Teknologi untuk belajar dan berkarya, serta mengembangkan kreatifitas digital jauhi aktifitas nagatif.
Akhir dari pelaksanaan apel pagi tersebut Iptu Herry Rinsampessy menghimbau kepada kepada para pengajar dan siswa -siswi Madrasah Tsanawiyaah Alkhairaat Tobelo, yaitu Hormati perbedaan suku, agama dan budaya serta Hindari Bullying dan hindari bergabung dengan grup atau komunitas berbasis kekerasan.
Hj. NURLENNY SAMAUN, S.Ag (Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Alkhairat Tobelo) sangat berterimakasih atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Satgaswil Malut Densus 88 AT Polri, dengan memberikan apresiasi kepada pihak Polri khususnya Densus 88 AT Polri yang sangat peduli terhadap generasi muda.(Eby 2202).
