RSPD HALUT - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mengadakan pertemuan bersama Forum Komonikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), tokoh agama dan pihak sejarawan Se Halmahera Utara, pasca aksi unjuk rasa yang dilakukan Mahasiswa Se Halmahera Utara pada (02/09) sebagai tindakan untuk menyikapi persoalan bangsa hingga daerah saat ini, Rabu (03/09/2025).
Hadir dalam kegiatan ini diantaranya, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Sekda EJPapilaya, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. Alex Donald MLGaol, Kapolres Halut AKBP Elrikson Pasaribu, Ketua DPRD Halut Cristina Lesnussa bersama Wakil Ketua II Abdillah Bailussy, Kepala Pengadilan Negeri Tobelo Muhammad Syakrani, Para Pimpinan OPD, Para Toko agama, dan pihak Kampus Universitas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Halut Piet Hein Babua menyampaikan bahwa situasi terkait saat ini pemerintah daerah kabupaten halmahera Utara melakukan konsultasi individu dan kelompok kepada lintas agama yang ada di kabupaten Halmahera Utara sehingga kabupaten halmahera Utara selalu terjaga aman dan damai.
Bupati juga mengatakan, kondisi negara kita saat ini banyak kelompok-kelompok yang ingin merusak demi kepentingan pribadi,dan ISU-isu nasional,untuk itu kami sampaikan kepada seluruh elemen dan pemuda agar jangan terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak ingin merusak perdamaian negara dan bangsa.
“Kami Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, mengajak kita semua bersama-sama menjaga daerah ini agar selalu tercipta kedamaian. Hal ini kita mulai dari toko agama, toko pemuda dan toko masyakarat,” ucapnya Bupati.
Ia juga menyampaikan bahwa kemarin (02/09) telah bertemu dengan Lintas Agama pemuda OKP halmahera Utara dan berdialog menyampaikan aspirasi tentang perdamaian di Bumi Hibua Lamo dengan simbol "Torang Jaga Halut"
Bupati juga mengatakan, pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati beberapa waktu lalu, banyak pekerjaan rumah yang sangat penting untuk segera diselesaikan oleh Bupati dan Wakil Bupati, diantaranya yaitu masalah BPJS dimana masyarakat Halut tidak lagi mendapat layanan kesehatan dari BPJS, karena besarnya hutang terhadap BPJS. Kemudian masalah Siltap atau Penghasilan Tetap Kepala Desa dan perangkatnya yang masih harus dilunasi dan gaji Honorer Guru yang belum terbayarkan.
“Namun, setelah kami dilantik, kami mulai menyelesaikan hutang BPJS, membayarkan Siltab Desa dan gaji guru sejak bulan April. Alhamdulillah masalah itu hingga saat ini telah berjalan dengan baik,” ucapnya Bupati.
Saat ini Bupati terhubung, masalah yang terjadi di masyarakat adalah sering terjadinya pemadaman listrik dan sebagai tindakan pemerintah daerah untuk hal itu, Bupati telah bertemu dengan pimpinan PLN dan pihak PLN menyampaikan bahwa pemadaman terjadi karena ada beberapa mesin yang rusak. Sehingga harus dilakukan pemadaman bergulir.
Pihak PLN juga mengatakan bahwa Mesin PLTMG yang ada di Desa Mamuya saat ini telah tiba dan diharapkan pertengahan bulan ini sudah normal kembali, katanya.
Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Halmahera Utara lebih lagi untuk petani kelapa, Pemerintah daerah juga telah melakukan program Hilirisasi buah kelapa. “Agar petani kelapa di Halmahera Utara dapat mengalami peningkatan ekonomi. Tak hanya itu, hadirnya Hilirisasi kelapa juga membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Maka itu kata Bupati,terkait dinamika nasional saat ini, pemerintah daerah meminta semua komponen Elemen, tokoh masyarakat Agama, tokoh Masyarakat dan tokoh Pemuda, agar terus menjaga negeri ini sehingga terjaga perdamaian.
“Kami tidak mau lagi kejadian dimasa lampau yang pernah terjadi di negeri ini lagi. Kami juga telah menyampaikan kepada massa aksi unjuk rasa kemarin, jika ada yang mau disampaikan, kami bersedia untuk diskusi, kami terima apa yang menjadi aspirasi masyarakat dan tidak perlu menyampaikan apresiasi dengan tindakan merusak fasilitas publik. Pemerintah kabupaten Halmahera Utara membutuhkan dukungan dan kerjasama yang baik, dan bagaimana kami menjaga Halut lebih baik kedepannya,” lanjut Bupati Piet Hein Babua. ( Eby).
