RSPD HALUT,- Kepergian Bupati Senior Halmahera Utara Periode 2005-2010 dan 2010-2015 mendiang almarhum Ir.Hein Namotemo, M.SP.,memberikan duka yang dalam bagi masyarakat Bumi Hibualamo Kabupaten Halmahera Utara. Mendiang dikenal sebagai tokoh peletakan dasar-dasar pembangunan Halmahera Utara dan tokoh Adat Nusantara.
Sebagai tokoh adat Hibualamo dan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), mendiang Hein Namotemo dikenal sebagai seorang pemimpin dan tokoh yang karismatik. Kepemimpinanya dalam menyatukan Adat Nusantara merupakan sesuatu yang luar biasa.
"Kami sangat kehilangan sosok pemimpin dan tokoh adat pejuang penyatuan adat Nusantara Indonesia. Ia adalah tokoh dengan karismatik yang sungguh luar biasa. Tak ada yang bisa seperti almarhum Ir.Hein Namotemo, dan dari dia kami banyak belajar," ungkap Mantan Sekjend AMAN II Periode Abdon Nababan saat diwawancara awak media di Rumah Adat Hibualamo Tobelo Senin 8 Desember 2025.
Abdon juga mengatakan bahwa mendiang Hein Namotemo adalah sosok pemimpin yang mampu menyatukan adat Se-Nusantara untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Beliau sosok pemimpin yang mampu menyatukan adat se Nusantara. Beliau selalu mengambil risiko turun lansung untuk menyelesaikan konflik jika terjadi. Saya banyak belajar dari beliau. Penempatan lokasi Kongres AMAN di Tobelo Halmahera Utara adalah buah pikiran dari beliau sehingga seluruh Nusantara hari ini dapat mengetahui keberadaan kota Tobelo," ungkapnya.
Nababan mengatakan, hari ini masyarakat adat Nusantara kehilangan sosok pemimpin yang berkarisma dan bersahaja. Namun, kami masyarakat adat Nusantara akan tetap melanjutkan apa yang telah ditentukan oleh almarhum Ir.Hein Namotemo.
Abdon juga berharap apa yang telah dicetuskan dan dibangun oleh almarhum Hein Namotemo di Bumi Hibualamo Kabupaten Halmahera Utara yang salah satunya adalah monumen air Nusantara agar dapat dilestarikan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
“Kami masyarakat adat Nusantara, ingin menyampaikan kepada pemerintah kabupaten Halmahera Utara agar dapat menjaga dan melestarikan monumen air Nusantara yang dicetuskan oleh mantan Ketua Dewan Adat Nusantara almarhum Ir.Hein Namotemo,” pintanya.(Eby).
