Radio Pemda Halut - Upaya mewujudkan visi Kabupaten Halmahera Utara 2025-2030 di awal pimpinan Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman H.Ahmad, yang merupakan program perwujudan dari pemerintah pusat yaitu program nasional “Asta Cita” Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam hal mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Kaitan dengan itu, Dinas Pertanian Halmahera Utara membuat terobosan terbaru Holtikultura. Ini terbukti dari hasil panen buah melon yang dilaksanakan di Desa Efi-Efi pada hari ini, Rabu (28/05/2025).
Dalam beberapa tahun terakhir, industri pertambangan di Provinsi Maluku Utara mengalami pertumbuhan pesat, khususnya di kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Barat, dan Kepulauan Sula. Fenomena ini membawa dampak signifikan terhadap sektor pertanian, yaitu lahan-lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan banyak yang dialih fungsikan menjadi kawasan industri.
Di tengah tantangan tersebut, menurut Kepala Dinas pertanian Kabupaten Halmahera Utara Piet Hein Onthony, tetap berkomitmen mendukung program nasional “Asta Cita” Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam hal mewujudkan swasembada pangan, Holtikultura berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa Halmahera Utara memiliki potensi besar untuk menjadi dapur atau Sentra Produksi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan untuk seluruh wilayah khususnya Halmahera Utara Maluku Utara tahun 2035," tegasnya.
Untuk mencapai target tersebut, Dinas Pertanian Halut terus berupaya mengembangkan pertanian yang berdaya saing, bermutu dan berkelanjutan.
"Kami terus berupaya mengembangkan pertanian yang berdaya saing, bermutu, dan berkelanjutan," katanya.
Dikatakannya, untuk pengembangan kawasan hortikultura secara terintegrasi. Maka Pemerintah Halmahera Utara telah menetapkan seluruh wilayah kecamatan Galela sebagai sentra produksi utama ke depan.
"Oleh karena itu, fokus pengembangan tanaman hortikultura akan terus ditingkatkan di wilayah tersebut," jelasnya.
Panen melon yang dilakukan di Desa Efi-Efi, Kecamatan Tobelo Selatan, adalah wujud nyata. Dan ini merupakan hasil dari fasilitas Green House Modern yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 yaitu sebanyak 5 unit, dan tersebar di wilayah Halmahera Utara. Sarana ini disiapkan sebagai penunjang utama dalam produksi tanaman hortikultura.
Piet menjelaskan, fasilitas Green House Modern yang dijalankan di Desa Efi-efi itu memiliki biaya operasional yang sangat kecil dan mudah dalam perawatan setelah ditanam. Selain itu, waktu yang dibutuhkan hingga panen hanya kurang lebih 70 hari.
Berikut, Spesifikasi Green House Modern yang dijalankan oleh Dimas Pertanian Halut, yaitu Luas Green House: 8 m x 37,5 m = 300 m², Jumlah tanaman 600 polybag dengan ukuran polybag 40 cm x 50 cm, Sistem irigasi Tetes. Sementara untuk Nutrisi menggunakan larutan hidroponik atau organik cair, dan untuk Pengaturan suhu Pendingin + exhaust fan menggunakan ekshouse.
Terkait Produksi dan Penjualan, Kadis mengatakan, rata-rata hasil buah per tanaman beratnya mencapai 1,7 kg. Jika Total produksi 600 tanaman kali 1,7 kg, maka totalnua 1.020 kg atau 1 ton lebih.
Sementara untuk harga jual dipasaran per kg sebesar Rp 25.000, Jadi total penghasilan dapat kita hitung 1.020 kg kali (x) Rp 25.000 totalnya Rp 25.500.000/siklus tanam. Dan, setiap hari pendapatan yang bisa didapatkan oleh petani ini yaitu Rp.25.500.000 dibagi (÷) 70 hari, maka perhari pendapatan itu sebesar Rp.364.285.
Dari total pendapatan Rp.25.500.000 dikurangi biaya operasional (estimasi kasar) yaitu, misalnya untuk bibit melon Rp500 sampai 1.000 per bibit, total Rp 600.000, Nutrisi, air, listrik (irigasi dan pendingin) biayanya sebesar Rp 2.000.000 sampai Rp.4.000.000 juta. Untuk tenaga kerja/karyawan Rp 2.000.000, Biaya penyusutan instalasi GH dan alat sebesar Rp.1.000.000. Maka total biaya operasional (estimasi) kurang lebih Rp.6.000.000 hingga Rp.8.000.000. Maka, estimasi Laba Bersih per Siklus Tanam sebesar Rp 18.500.000, dan untuk perhari sebesar Rp.264.285.
Itu artinya lewat sektor pertanian saja, seperti tanaman hortikultura sudah ada jaminan kesejahteraan. Karenanya kepada seluruh elemen masyarakat Halmahera Utara, kadis mengajak untuk bergandengan tangan mewujudkan program ini untuk masa depan daerah kabupaten Halmahera Utara.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dan bekerja sama dalam mewujudkan cita-cita mulia ini—demi masa depan yang lebih baik untuk anak cucu kita," tutupnya.( Crew2)
