Kalak BPBD Halut, Apresiasi Warga Desa Mamuya Atas Peranannya Dalam Pencarian dan Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono.

RSPD Halut - Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Maluku Utara Hente M.L Hetharia, S.Hut, menyampaikan apresiasi kepada warga Desa Mamuya kecamatan Galela, menyampaikan dalam proses pencarian dan evakuasi korban letusan gunung Api Dukono sejak 8-10 Mei 2026.

 

Kalak BPBD Halut mengatakan, peran warga Desa Mamuya sangat membantu tim SAR gabungan. Sebelumnya, tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi, warga Desa Mamuya para pemuda sudah lebih dulu melakukan pencarian dan evakuasi korban letusan gunung Dukono pada 8 Mei 2026.

 

“Luar biasa, sebelum kami tim gabungan tiba di lokasi puncak Dukono. Pemuda Desa Mamuya dengan inisiatifnya mereka sudah lebih dulu ke lokasi kejadian. Mereka juga membentuk 2 tim kecil saat melakukan pencarian korban di waktu-waktu pertama peristiwa,” tutur  Kalak BPBD Halut.

 

Selain itu, kata Kalak bahwa inisiatif yang dibangun oleh warga Desa Mamuya tidak hanya membuat suatu tindakan dalam rencana. Namun, tindakan dan rencana itu menghasilkan sebuah hasil yang baik. Karena, selama 3 hari bertahan di puncak di pos Selter yang begitu dingin dan menghadapi berbagai tantangan alam di puncak, akhirnya mereka berhasil menemukan 3 korban meninggal.

 

“Mereka yang pertama bergerak, bertindak untuk melakukan pencarian dan mereka juga yang pertama menemukan 3 korban meninggal,” ucapnya Kalak.

 

Atas tindakan dan peran yang besar itu hingga pencarian dan penyelamatan 3 korban meninggal dapat diselesaikan dalam waktu 3 hari. Selain itu, Kalak menyampaikan apreasiasi kepada pemerintah Desa Mamuya, dengan koordinasi dan dukungan serta selanjutnya dalam pencarian dan evakuasi.

 

"Terima kasih sekali lagi untuk warga dan pemerintah Desa Mamuya atas segala sesuatu yang besar hingga, bersama Tim Gabungan kami berhasil menjalankan operasi pencarian ini," ungkapnya.

 

Selain itu, Kalak BPBD Halut juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Piet Hein Babua dan Wakil Bupati Kasman Hi.Ahmad selaku pengendalian Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam operasi pencarian dan evakuasi para korban erupsi gunung Dukono, baik korban luka maupun korban meninggal.

 

“Terima kasih dan apresiasi kepada Pimpinan Bupati dan Wakil Bupati, yang selalu memberikan dukungan, Arahan dan penyiapan segala kebutuhan tim dilapangan demi lancarnya proses operasi penanganan bencana letusan gunung Dukono. Juga kepada seluruh tim SAR Gabungan, TNI Polri, Basarnas, NHM, PMI, Pecinta Alam dan seluruh yang terlibat,” katanya.

 

Diketahui, dari 3 Korban meninggal yang ditemukan pertama yaitu korban atas nama Enjel (P) WNI ditemukan pada 9 Mei 2026 dibibir kawah puncak Dukono, kemudian pada 10 Mei 2026, ditemukan 2 Kerangka korban yang bernama Timothy Heng (30) dan Shahin Muhrez Abdul Hamid (27), keduanya WNA asal Singapura.(Eby). 


Berita Lainnya